Gema Jiwa yang Sehat
Gema Jiwa yang Sehat
Sidoarjo - Organisasi Sinergi UNESA sukses menyelenggarakan kegiatan Gema Jiwa yang Sehat (GWS) 2025 pada Sabtu, 18 Oktober 2025, bertempat di Yayasan Rehabilitasi Gangguan Mental Al-Hafizh, Sidoarjo. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan dan dukungan terhadap individu dengan gangguan mental. Mengusung semangat empati, inklusivitas, dan kreativitas, GWS 2025 bertujuan menciptakan ruang interaktif positif antara mahasiswa dan teman-teman penyintas gangguan mental melalui berbagai kegiatan yang mengasah kreativitas serta mempererat kebersamaan. Melalui kegiatan ini, Sinergi UNESA berupaya menumbuhkan kesadaran bahwa mereka tidak membutuhkan belas kasihan, melainkan pendengaran, pendampingan, dan kesempatan untuk sehat serta berkarya seperti kita semua.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi bonding dan perkenalan peserta, dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Pelaksana, Ketua Umum Sinergi UNESA, serta perwakilan dari pihak yayasan. Setelah itu dilakukan penyerahan plakat dan hasil open donasi sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap yayasan. Tidak hanya menyelenggarakan kegiatan interaktif, tim juga berkesempatan mengenal lebih dekat produk-produk khusus yang diproduksi langsung oleh para penyintas di Panti Al-Hafizh. Setiap harinya, mereka membuat berbagai produk kreatif seperti sandal batik, sandal gunung, sandal perempuan, buah stroberi segar, sari stroberi, selai stroberi, keripik daun stroberi muda yang kaya flavonoid dan tanin, serta sirup stroberi. Hasil produksi biasanya dijual melalui bazar atau ketika ada pengunjung yayasan. Pembelian juga dapat dilakukan melalui media sosial maupun website resmi yayasan, Kitalah.
Suasana kegiatan semakin hangat melalui kolase kreatif, diikuti sesi menyanyi bersama yang menambah keceriaan. Menjelang akhir acara, dilaksanakan makan bersama dan pembagian konsumsi, diselingi dengan pembacaan puisi, penyampaian kesan dan pesan, serta sesi dokumentasi sebagai penutup penuh makna. Dalam sambutannya, Firza Mushermansyah menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk membangun empati dan mengikis stigma negatif terhadap penyintas gangguan mental. “Mereka tidak butuh dikasihani, tetapi butuh didengar dan diberi ruang untuk tumbuh. Melalui kegiatan ini, kami belajar bahwa kesehatan mental adalah tanggung jawab bersama," ujarnya. Melalui Gema Jiwa yang Sehat 2025, Sinergi UNESA menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan yang humanis, inklusif, dan berdampak sosial positif, sekaligus memperkuat peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.